Minggu, 13 November 2016

MEMAAFKAN

Apa sih arti maaf itu ? Kenapa kita harus bisa memaafkan orang lain ?? Dalam hal ini untuk bisa melakukan hal “memaafkan” yang sebenarnyapun masih sangat sulit untuk kita lakukan. Mungkin kata-kata kita memang ikhlas untuk memaafkan orang yang sudah menyakiti kita sekalipun menyakiti dengan sangat jahat, tapi apakah kita bisa melupakan kesalahan orang itu ?? Menurut perkataan manusia memang wajar tetapi menurut Tuhan TIDAK WAJAR, aku mengingat kata-kata kakak saya yang sangat luar biasa “wajar itu biasa, tetapi hal biasa itu tidak normal” yang artinya kita yang mengerti bagaimana Tuhan Yesus menyelamatkan kita maka seharusnya kita bisa melupakan kesalahan orang yang sudah menyakiti kita, itu dinamakan “MEMAAFKAN”.
Sekedar kesaksian, saya seseorang yang tingkat dendamnya sangat tinggi, suatu saat ketika saya sedang berdoa (saat itu aku sudah mengerti tentang arti Tuhan Yesus dalam hidup saya), saat itu saya sedang dibebani pikiran tentang seseorang yang saya tidak suka karena seringkali menyakiti hati saya. Ketika saya berdoa saya berteriak kepada Tuhan bahwa saya sedang sakit hati, tapi entah mengapa seperti ada yang bilang “Buka Roma 12” kemudian ketika saya membuka Kitab Roma 12 dalam Alkitab terdapat judul “Nasihat untuk Hidup dalam Kasih” kemudian saya berhenti di ayat 17 “Janganlah membalas kejahatan dengan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang” dalam hati saya berkata Oke Tuhan saya tahu itu kemudian saya tertarik dengan ayat 19 “Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan” saya sangat tertegun dengan ayat ini. Sayapun merenungkan dan akhirnya menangis, yang saya tangiskan adalah ketika saya membayangkan sodara saya yang sudah menyakiti hati saya dihukum sama Tuhan, dicambuk, ditusuk dll yang menyeramkan, saya menyadari bahwa saya menyayangi sodara saya. Akhirnya sayapun berdoa kepada Tuhan memohon untuk tidak menghukum sodara saya. Bagaimana dengan orang tidak kita kenal atau bukan sodara kita ? Kalaupun itu bukan sodara saya, saya pasti membayangkan posisi saya menjadi orang itu, apakah saya sanggup dihukum sama Tuhan? Itulah yang saya dapatkan ketika mendapatkan ayat itu.
Perjalanan saya tidak sampai disitu saja, masih ada rintangan yang akhirnya saya tidak kuat dalam menghadapi orang yang menyakiti saya, tetapi orang itu sangat disertai oleh Tuhan. Dalam doa saya, saya berteriak dan bertanya “Tuhan, kenapa Engkau menyertai dia ? Sedangkan dia seringkali menyakiti hatiku, hatiku sakit Tuhan” Saya terus mengerang, untuk meminta jawaban-Nya. Dan dalam doa saya, ada yang bilang “Berpuasalah” saat saya sedang berdoa saya belum makan dan minum sama sekali, saat itu saya tidak mengerti berpuasa untuk apa. Sayapun sempat ragu apakah saya berpuasa atau tidak, tapi akhirnya sayapun taat apa yang mau Tuhan sampaikan, akhirnya saya berpuasa sampai jam 6 sore yang sebenarnya saya tidak tahu berpuasa untuk apa. Malamnya saya pemuridan dengan pemimpin rohani saya dan kebetulan materinya tentang Puasa, yang kemudian saya diberikan list-list berpuasa menurut alkitab dan tujuannya, salah satunya adalah Puasa Para Murid didalam Matius 17:21 yang bertujuan memerdekakan diri kita dan orang lain. Saat itu juga pikiran saya terbuka dan mengerti apa yang dimaksudkan Tuhan bahwa Tuhan mau melepaskan dendam saya kepada orang itu.
Betapa hebat Tuhan ketika kita melewati hal-hal yang tidak kita duga, bayangkan Tuhan masih mau mengingatkan saya untuk melepaskan dendam saya kepada orang lain padahal saya sudah pernah melakukannya. Tuhan itu penyabar dan pemaaf, bayangkan saja Tuhan Yesus harus rela turun ke bumi untuk menghapuskan dosa kita, masa kita tidak bisa memaafkan orang lain, padahal hal tersebut merupakan perkara kecil dimata Tuhan tetapi kita tidak mau melihat dengan pandangan Tuhan.